5 Fakta Menarik Tentang Bumi yang Banyak Orang Salah Mengira


Yofakta.com - Saat ini ilmu pengetahuan sudah mengalami perkembangan begitu pesat. Hampir semua hal tentang alam sudah banyak diketahui orang.

Tetapi, beberapa hal tentang Bumi ternyata masih banyak orang yang salah mengira. Entah karena kurang update atau karena mendapatkan informasi yang kurang akurat. Berikut ini beberapa fakta tentang Bumi yang ternyata masih banyak orang salah mengira.

1. Gurun Sahara Bukan Gurun Terbesar di Dunia


5 Fakta Menarik Tentang Bumi yang Banyak Orang Salah Mengira
Di antara seluruh padang pasir, Gurun Sahara di Afrika memang yang terluas di Bumi dengan luas sekitar 9 juta kilometer persegi.
Namun, Sahara bukanlah gurun paling luas di Bumi. Gurun terluas di dunia adalah Antartika dengan luas 13,8 juta kilometer persegi. Mengapa demikian?

Definisi gurun sebenarnya bukanlah tempat yang panas dan berpasir. Melainkan tempat dengan curah hujan yang sangat rendah atau kurang dari 250 mm per tahun. Meski diselimuti oleh es, Antartika merupakan wilayah paling kering dengan curah hujan terendah di Bumi.

Begitu juga dengan Gurun Arktik di Kutub Utara. Luasnya yang mencapai 13,7 juta kilometer persegi, menjadikan tempat ini sebagai gurun terluas kedua di Bumi. Jadi, asal kamu tahu kalau Sahara hanya menempati urutan ketiga gurun terluas di muka Bumi.

2. Gunung Tertinggi Di Dunia Bukanlah Everest


5 Fakta Menarik Tentang Bumi yang Banyak Orang Salah Mengira
Jika kamu mengira gunung tertinggi di dunia adalah Everest, maka pemahaman ini bisa dikatakan kurang tepat. Pasalnya, ada gunung yang lebih tinggi dari Everest.

Gunung yang pantas dinobatkan sebagai tertinggi di dunia adalah Mauna Kea di Kepulauan Hawaii. Tinggi gunung ini dari kaki sampai puncaknya lebih dari 10.000 meter, mengalahkan Everest yang tingginya 8.850 meter.

Mauna Kea memang lebih tinggi dari Everest, tetapi kaki gunung ini berada sekitar 6 ribu meter di bawah permukaan laut, sehingga ketinggian Mauna Kea bila diukur dari permukaan laut hanyalah 4.025 meter.

Jadi, gelar yang lebih ‘pas’ untuk Gunung Everest bukanlah gunung tertinggi, tapi puncak tertinggi diukur dari permukaan laut.

3. Petir Tidak Akan Menyambar Dua Kali Hanyalah Mitos


Ada sebuah ungkapan, “Petir tidak akan menyambar tempat yang sama dua kali”. Entah dari mana asalnya pemahaman yang salah ini. Tapi ternyata banyak juga orang yang mempercayainya.

Faktanya, petir dapat menyambar lebih dari sekali pada tempat yang sama. Bahkan, sampai ratusan kali.

Contohnya, gedung pencakar langit Empire State Building di New York. Setiap tahunnya, puncak gedung itu tersambar petir hingga puluhan kali.

Hal itu karena petir memang cenderung menyambar tempat tinggi, terutama yang mengandung logam. Jadi, ketika banyak petir, pastikan Anda menghindari tempat tinggi dan benda yang mengandung logam.

4. Benarkah Matahari Berwarna Kuning?


Kamu mungkin pernah ingat pelajaran SD tentang sinar Matahari yang sebenarnya berwarna putih. Fakta ini juga bisa kita lihat dari foto Matahari yang diambil satelit di luar angkasa.

Lantas, mengapa jika dilihat dari Bumi, Matahari tampak berwarna kuning atau oranye? Penyebabnya adalah pengaruh atmosfer.

Saat pagi dan sore hari, Matahari berada cukup jauh dari lokasi penghilatan kita, yaitu ufuk Timur atau Barat. Jarak yang jauh dan pengaruh atmosfer akan membuat gelombang cahaya biru yang tidak sampai ke mata kita.

Sedangkan gelombang cahaya yang lebih panjang yaitu kuning hingga merah lah yang akan mencapai mata kita. Itulah mengapa Matahari yang tampak oleh penghilatan kita menjadi berwarna kuning.

Saat siang hari, yang terjadi justru sebaliknya. Ketika matahari tepat berada di atas kepala atau cukup dekat dengan penglihatan kita, maka gelombang biru yang pendek pun dapat sampai ke mata sehingga Matahari tampak berwarna putih dan langit terlihat biru.

Namun, terkadang para ilmuwan seringkali mewarnai foto-foto Matahari dengan warna yang kita anggap wajar sebagai Matahari. Sehingga kita akan banyak menemukan foto Matahari dari luar angkasa yang ada di internet adalah berwarna kuning.

5. Saat Gerhana, Bulan Tidak Menjadi Gelap


5 Fakta Menarik Tentang Bumi yang Banyak Orang Salah Mengira
Ketika terjadi gerhana Matahari, sinar Matahari memang tertutup oleh Bulan sehingga tidak terlihat dari Bumi. Berbeda faktanya dengan gerhana Bulan.

Saat terjadi gerhana Bulan, Bulan akan tetap terlihat jelas di langit. Tapi warnanya bukan putih, tetapi merah atau oranye. Mengapa demikian?

Bumi memblok sinar dari Matahari ke Bulan saat terjadi gerhana Bulan. Namun karena Bumi memiliki lapisan atmosfer, sinar Matahari masih dapat menembus atmosfer dan sampai ke Bulan meski dalam intesitas yang sedikit.

Bulan yang kita lihat saat terjadi gerhana akan tampak kemerahan, sama seperti warna langit pada waktu fajar dan senja.

Itulah beberapa fakta menarik yang ternyata banyak orang salah mengira. Jadi, apakah kamu masih percaya dengan mitos-mitos tersebut?

Sumber:
www.idntimes.com

Posting Komentar

Copyright © 2019 Yofakta