10 Fakta Sampah Plastik yang Akan Buat Anda Tercengang


Yofakta.com - Dalam kehidupan masyarakat saat ini, plastik menjadi salah satu bahan yang paling sering digunakan. Sifatnya yang fleksibel, dan mudah dibawa kemana-mana membuat penggunaan plastik semakin meningkat setiap hari.

10 Fakta Sampah Plastik yang Akan Buat Anda Tercengang
Penggunaan plastik yang terus meningkat membuat jumlah sampah plastik pun kian meningkat setiap harinya. Apalagi, plastik merupakan jenis bahan yang memerlukan waktu lama untuk dapat terurai secara alami.
Data dari hasil penelitian yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan bahwa sampah non-organik terus mengalami peningkatan, salah satunya adalah sampah berbahan plastik.

Berikut ini kami sajikan fakta-fakta seputar sampah plastik, untuk meyakinkan Anda agar mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari demi menjaga Bumi sehingga tetap menjadi rumah yang nyaman bagi generasi kita selanjutnya.

1. Mulai Booming Tahun 1950-an


Sejarah plastik dimulai sejak abad ke-19, tepatnya sekitar tahun 1950-an. Sebelumnya, semua benda yang digunakan orang terbuat dari bahan non-plastik seperti kayu, gading, ataupun logam.

Kemudian untuk menggantikan bahan dasar pembuatan barang non-plastik muncul lah bahan polimer sintetis (plastik) yang dinilai lebih murah dan efisien.

2. Butuh Waktu Lama untuk Terurai di Dalam Tanah


Waktu yang dibutuhkan untuk membuat botol plastik terurai secara alami di dalam tanah ialah sekitar 450 tahun. Lamanya waktu penguraian tidak diimbangi dengan jumlah pemakaian yang justru semakin meningkat setiap harinya.

Data terbaru menunjukkan ada sekitar 169.000 ton plastik telah ditemukan di lautan. Fakta lainnya menyebutkan 1 juta burung laut dan 100.000 mamalia laut mati setiap tahunnya karena limbah plastik.

Bahkan, 300 juta ton plastik diproduksi setiap tahun di seluruh dunia. Jumlah plastik di lautan juga diperkirakan lebih banyak 6x dibandingkan jumlah plankton yang mengambang di banyak bagian samudra di seluruh dunia.

3. Setiap Minggunya, Manusia Konsumsi Mikroplastik Sebesar Kartu ATM


Di lautan, plastik tidak dapat terurai sepenuhnya. Artinya, partikel-partikel kecil plastik (mikroplastik) tetap ada di dalam air.

Seringkali mikroplastik dikira sebagai plankton atau makanan bagi ikan dan mahluk laut lainnya. Sehingga ketika kita makan ikan, bisa jadi kita juga turut makan mikroplastik yang mereka makan.

Contoh lain misalnya botol-botol plastik. Disarankan untuk tidak menggunakan botol plastik dan mengisinya dengan air lebih dari satu kali. Pasalnya, semakin sering kita mengisi ulang botol plastik, makin banyak pula mikroplastik yang dilepaskan ke air di dalamnya.

4. Plastik Berbahaya dan Bersifat Racun Bagi Manusia


Ditunjukkan oleh sejumlah penelitian bagaimana bahayanya plastik bagi manusia. Di dalam plastik terdapat bahan kimia seperti Bisphenol A, phthalate plasticizer, dan formaldehyde.
Bahan-bahan ini diyakini sebagai penyebab kanker, infertilitas, alergi, dan berbagai masalah kesehatan lainnya dalam tubuh manusia.

5. Sampah Plastik di Indonesia Hampir Sama 60 Kali Luas Lapangan Bola


Penelitian yang dilakukan Universitas Georgia pada tahun 2015 menunjukkan bahwa Indonesia menjadi negara ke-2 terbesar di dunia sebagai penghasil sampah plastik ke laut.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga menyebutkan selama 1 tahun, rata-rata 100 toko/gerai di Indonesia menghasilkan sekitar 10,95 juta lembar sampah kantong plastik.

Luas kantong plastik tersebut bila dikumpulkan sama dengan 65,7 Ha atau sekitar 60x luas lapangan sepakbola.

6. Satu Orang Menghasilkan 700 Lembar Kantong Sampah Plastik/Tahun


Data dari laman Greeneration pada tahun 2008 menyebutkan satu orang yang tinggal di kota besar di Indonesia menghasilkan setidaknya 700 lembar kantong plastik per tahun.

7. Jumlah Plastik di Laut Akan Lebih Banyak dari Ikan pada Tahun 2050


Dilansir dari laman dw.com, rasio perbandingan antara plastik dan plankton saat ini diperkirakan sekitar 1:2. Bila dibiarkan terus, dikhawatirkan volume plastik di lautan akan melebih jumlah ikan yang ada pada tahun 2050 nanti.

Saat ini saja, jumlah sampah plastik di laut sudah mencapai 150 juta ton atau sekitar 1/5 dari total bobot ikan yang ada.

8. Sampah Sedotan di Indonesia Bisa 3 Kali Keliling Bumi


Divers Clean Action telah mengumpulkan data yang mengejutkan. Diperkirakan, Indonesia setiap harinya menggunakan sedotan hingga 93.244.847 batang. Sedotan-sedotan ini bisa saja datang dari restoran, minuman kemasan, dan sumber lainnya (packed straw).

Jumlah sedotan yang begitu banyak itu akan mencapai jarak 16.784 km jika direntangkan atau sama dengan jarak antara Jakarta ke Meksiko.

Bila dihitung perminggu, pemakaian sedotan dapat mencapai 117.449 km atau hampir setara dengan 3x kali keliling Bumi yang jarak satu kelilingnya mencapai 40.075 km.

9. Mikroplastik di Laut Lebih Banyak dari Jumlah Bintang di Bima Sakti


Tahukah Anda kalau ada sekitar 100-400 milyar bintang di Galaksi Bima Sakti (Milkyway)?

Tapi tahukah Anda kalau menurut Clean Seas, ada sekitar 51 trilyun mikroplastik yang tersebar di lautan seluruh dunia?

Jumlah ini bahkan lebih dari 10 kali lipat dibandingkan jumlah bintang yang ada di Galaksi Bima Sakti.

10. Tips Sederhana Kurangi Penggunaan Plastik


Melihat fakta-fakta yang telah kami sebutkan di atas, mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi langkah yang bijak. Berikut ini beberapa hal sederhana yang dapat kita lakukan untuk mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari:
  • Setiap kali berbelanja ke supermarket atau ke ritel manapun, ada baiknya menyediakan tas sendiri. Tolak dengan halus bila kasir menawarkan bungkus plastik kepada Anda.
  • Hindari penggunaan sedotan yang terlalu sering.
  • Pilih sayuran segar yang tidak dibungkus plastik saat berbelanja.
  • Bawa botol minum sendiri yang memang dapat dipakai berulang-ulang.

Memang tidak dapat dipungkiri penggunaan produk-produk berbahan plastik membuat hidup manusia menjadi lebih mudah, murah, dan nyaman. Mungkin sulit dibayangkan bagaimana jika hidup tanpa plastik di era modern ini.
Kita pun tidak bisa mengubah kenyataan bahwa jumlah sampah plastik sudah begitu banyak di planet ini. Mengurangi penggunaan plastik dapat menjadi langkah bijak yang bisa kita mulai dari diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber: www.viva.co.id, malangtoday.net

Posting Komentar

Copyright © 2019 Yofakta