Pekerja Asing Bakal Membludak? Ini Dia Fakta-faktanya!


Yofakta.com - Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, telah menandatangani beleid yang intinya merelaksasi pekerja warga negara asing di Indonesia.

Pekerja Asing Bakal Membludak? Ini Dia Fakta-faktanya!
Hal itu diatur dalam Keputusan Menteri Ketenagakerjaan (Kepmenaker) Nomor 228 Tahun 2019 tentang Jabatan Tertentu yang Dapat Diduduki oleh Tenaga Kerja Asing (TKA).
Diktum KESATU Kepmenaker tersebut berbunyi, “Jabatan tertentu yang dapat diduduki oleh Tenaga Kerja Asing sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Menteri ini.”

Seperti apa fakta-fakta lebih lengkapnya? Berikut kami sampaikan untuk Anda!

Daftar Pekerjaan yang boleh diisi TKA


Ada 18 bidang usaha yang boleh diisi oleh tenaga kerja asing seperti yang diputuskan dalam aturan tersebut, antara lain:
  1. Konstruksi
  2. Real Estate
  3. Pendidikan
  4. Industri Pengolahan
  5. Pengelolaan Air, Pengelolaan Air Limbah, Pengelolaan dan Daur Ulang Sampah, dan Aktivitas Remediasi
  6. Pengangkutan dan Pergudangan
  7. Kesenian, Hiburan, dan Rekreasi
  8. Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan-Minum
  9. Pertanian, Kehutanan dan Perikanan
  10. Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi, Ketenagakerjaan, Agen Perjalanan, dan Penunjang Usaha lainnya
  11. Aktivitas Keuangan dan Asuransi
  12. Aktivitas Kesehatan Manusia dan Aktivitas Sosial
  13. Informasi dan Telekomunikasi
  14. Pertambangan dan Penggalian
  15. Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas, dan Udara Dingin
  16. Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi serta Perawatan Mobil dan Sepeda Motor
  17. Aktivitas Jasa lainnya
  18. Aktivitas Profesional, Ilmiah, dan Teknis

Akan tetapi, dari daftar bidang pekerjaan tersebut tidak semua jabatan dapat diisi oleh tenaga kerja asing.

Misalnya, untuk kategori konstruksi, jabatan yang boleh diisi oleh TKA adalah Manajer hingga Penasihat Sistem IT.

Kategori real estate, jabatan yang boleh diisi hanyalah Manajer Umum hingga Spesialis Pemasaran. Dan kategori pendidikan, hanya Kepala Sekolah Menengah Atas hingga guru sejumlah mata pelajaran.
Begitu juga dengan kategori pekerjaan lainnya, jabatan yang boleh diisi tenaga kerja asing hanya selevel Manajer, Tenaga Ahli, Spesialis, hingga Penasihat.

Pekerja Asing Tidak Akan Membludak


Dijelaskan oleh Plt Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta & PKK) Aris Wahyudi, aturan itu tidak akan membuat pekerja asing di Indonesia membludak.

Sebab, mereka tetap tidak dapat seenaknya masuk dan mengisi bidang pekerjaan yang tersedia. Pekerja asing harus melalui tahap assessment atau uji kelayakan terlebih dahulu.

Sebelum izin diberikan, assessment atau penilaian akan dilakukan oleh pihak Binapenta & PKK Kementerian Ketenagakerjaan bagi dunia usaha yang memperkerjakan tenaga asing di Indonesia. Pemberian izin akan mengacu pada pertimbangan-pertimbangan tertentu dari Binapenta & PKK.

Tidak semua permohonan izin dapat dipenuhi, penggunaan tenaga kerja asing hanya diprioritaskan untuk usaha-usaha baru, seperti pembangunan pabrik baru yang belum sepenuhnya dapat dilakukan tenaga kerja Indonesia.

Aris Wahyudi juga menambahkan, bahwa ada persyaratan, mulai dari pendidikan, pengalaman, hingga masa kerja maksimum yang harus dipatuhi oleh para pekerja asing tersebut.

Pekerja Lokal Tetap Diutamakan


Dijelaskan kembali oleh Plt Binapenta & PKK Aris Wahyudi, tenaga kerja di Indonesia tetap diutamakan.

Apabila memang ada tenaga kerja lokal yang mampu mengisi jabatan yang hendak diisi oleh tenaga asing, Kemnaker akan meminta ke pihak yang mengajukan izin penggunaan TKA untuk mengutamakan pekerja lokal yang ada di Indonesia.

Penggunaan tenaga kerja Indonesia tentu akan lebih efisien bagi dunia usaha ketimbang menggunakan tenaga kerja asing. Jadi, para pengusaha tentunya perlu mempertimbangkan pekerja lokal terlebih dahulu.

Lanjutkan membaca: 9 Fakta Menarik Pemilu 2019, Pesta Demokrasi Terbesar di Dunia Ada di Indonesia

Nyatanya, banyak juga jabatan atau posisi yang pekerja Indonesia sudah mampu untuk mengisinya. Jadi, pengusaha haruslah mempertimbangkan pekerja lokal sebelum memutuskan untuk mendatangkan tenaga kerja asing ke Indonesia.

sumber:
finance.detik.com



Posting Komentar

Copyright © 2019 Yofakta