Masyarakat Papua Ingin Banser Dibubarkan? Cek Faktanya Di Sini!


Yofakta.com – Dikutip dari tempo.co, bermula dari video yang beredar di Facebook berjudul “Papua Minta 7 Hal, Termasuk Banser Dibubarkan”, yang diunggah akun Piter Papua pada 25 Agustus 2019.

Dalam video berdurasi 10 menit itu, ada penggabungan beberapa gambar dan video pendek. Mulai dari video aksi unjuk rasa ribuan orang Papua hingga cuplikan berita dari Gelora News.
Bahkan dalam video tersebut ada juga foto anggota DPD terpilih asal Papua, Yorrys Raweyai dalam berbagai pose, dan foto salah satu calon Wakil Presiden dalam Pilpres 2019 lalu.

Sampai akhir video, cuplikan gambar-gambar tersebut terus diulang disertai narasi yang disampaikan oleh seorang dubber.

Isi dari narasi tersebut ialah pernyataan Yorrys Raweyai yang menyebut bahwa masyarakat Sorong dan Manokwari mengajukan 7 tuntutan kepada pemerintah. Salah satunya ialah menuntut pembubaran Banser.  Video ini pun viral dan lebih dari 8.500 kali dibagikan di Facebook.

Masyarakat Papua Ingin Banser Dibubarkan? Cek Faktanya Di Sini!
sumber: liputan6.com
Selain itu, tuntutan agar Banser (Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama) dibubarkan ini juga sempat ramai di Twitter dan menyebar saat sejumlah aksi protes masyarakat Papua terhadap tindakan rasisme kepada mahasiswa Papua berlangsung di beberapa daerah.

Tagar #BanserUntukNegeri dan #BubarkanBanser menjadi trending topic di Twitter (25/8/2019). Tetapi, benarkah Papua menuntut Banser dibubarkan? Mari kita cek faktanya!

Narasi Berasal dari Situs Berita yang Diragukan Kevalidannya


Video yang diunggah oleh Piter Papua itu narasinya mirip dengan berita yang dipublikasikan pada Situs Gelora News dengan judul “Masyarakat Papua Tuntut 7 Hal ke Pemerintah, Salah Satunya Minta Ormas Banser Dibubarkan”.

Perlu diketahui, Gelora News menyebut dirinya sebagai situs berita. Tetapi, tidak ada susunan redaksi yang tercantum sebagai penanggung jawab, dan tidak ada alamat maupun nomor kontak redaksi di halaman situs tersebut.

Jangan lewatkan: Jangan Tertipu, Begini Cara Membedakan Info Hoax dan Fakta

Semua Isi konten hanya menyalin dari berbagai situs media lainnya. Bahkan, tidak sedikit informasi sesat yang dipublikasikan oleh situs tersebut.

Bermula dari Pernyataan Yorrys Raweyai


Isi berita mengenai masyarakat Papua menuntut Banser dibubarkan pada laman Gelora News itu disalin dari berita pada situs Republika. Bermula dari pernyataan Yorrys Raweyai usai menghadiri sebuah acara diskusi di Cikini, Jakarta Pusat (24/8/2019).

Menurut Yorrys, ada 7 tuntutan massa pada demonstrasi yang berlangsung di lapangan Kantor Wali Kota Sorong (21/8/2019). Poin ketiga dari tuntutan itu berisi pemerintah segera membubarkan ormas Banser dari Indonesia.

Pernyataan Yorrys tersebut diberitakan pula oleh Tempo. Yorrys yang baru saja kembali dari Sorong dan Manokwari bersama Menkopolhukam Wiranto, mendapatkan pernyataan tertulis dari tokoh adat dan masyarakat setempat saat berdialog dengan mereka.

Menurut Yorrys, massa memberikan pernyataan tertulis yang berisi 7 tuntutan, dan pada poin ketiga disebutkan bahwa pemerintah harus membubarkan ormas Banser dari NKRI.

Pernyataan Itu Dibantah Oleh Aktivis Masyarakat Papua


Pernyataan Yorrys tersebut kemudian dibantah oleh aktivis masyarakat Papua, Arkilaus Baho, dalam diskusi yang bertajuk “Ngobrol Bareng tentang Papua” di Tebet, Jakarta Selatan (25/8/2019).

Dilansir dari laman berita Suara.com, Arkilaus mengatakan selebaran berisi tuntutan pembubaran Banser itu dilakukan oleh oknum tidak bertanggungjawab yang ingin memprovokasi dan membenturkan masyarakat Papua dengan Banser NU.

Arkilaus memastikan bahwa pernyataan tersebut tidak benar-benar berasal dari masyarakat Papua. Menurutnya, pernyataan sikap yang diedarkan sama sekali tidak benar karena tidak ada pernyataan sikap seperti itu dari masyarakat Papua.

Ia menduga, selebaran yang berisi tuntutan masyarakat Papua untuk membubarkan Banser tersebut adalah ulah politikus abu-abu yang selama ini memanfaatkan isu-isu Papua untuk kepentingan kekuasaannya semata.

Yorrys Mengklarifikasi Pernyataan Pembubaran Banser


Selanjutnya, Yorrys pun mendatangi kantor Gerakan Pemuda Ansor (27/8/2019) untuk mengklarifikasi pemberitaan yang beredar itu.

Dilansir dari laman Detik.com, Yorrys menceritakan dirinya menemani Menkopolhukam, Panglima TNI, dan Kapolri saat berada di Sorong dan Manokwari.

Yorrys mengatakan, saat itu Wiranto menyampaikan pesan dan harapan pemerintah tentang situasi di Papua. Seusai kegiatan tersebut, Ia menghadiri diskusi tentang Papua di Jakarta.

Menurut Yorrys, setelah selesai acara diskusi ada teman-teman pers yang menunjukkan tentang tuntutan masyarakat Papua yang beredar melalui WhatsApp. Ia hanya menjawab dapat forward itu dan belum membaca isinya.

Yorrys mengaku tidak mengetahui isi salah satu poin dalam selebaran bahwa ada tuntutan pembubaran Banser. Ia baru mengetahui isinya setelah menjadi pemberitaan di media.

Penutup


Dari fakta-fakta yang sudah disebutkan di atas, dapat disimpulkan bahwa narasi “Papua meminta Banser Dibubarkan” berasal dari pernyataan anggota DPD terpilih asal Papua, Yorrys Raweyai.
Tetapi belakangan, Yorrys mengklarifikasi pemberitaan itu. Jadi, narasi “Papua menuntut Banser dibubarkan” adalah keliru dan bukan menjadi isi dari tuntutan masyarakat Papua kepada pemerintah.

Sumber: cekfakta.tempo.co

Posting Komentar

Copyright © 2019 Yofakta