Fakta Persaingan Satelit di Asia Tenggara – Indonesia di Posisi Teratas


Yofakta.com - Bicara tentang teknologi tidak harus selalu bahas Jepang, Amerika Serikat, ataupun China. Sekali-kali bahas tentang teknologi di Negara sendiri, Indonesia.

Jika urusan Unicorn, Indonesia paling unggul di antara negara-negara ASEAN lainnya, begitu juga dengan urusan Satelit, negara kita merupakan pelopornya di Asia Tenggara.

43 tahun lalu melalui Satelit Palapa, Indonesia mengukuhkan diri sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang memiliki satelit domestiknya sendiri.

Namun, kini seberapa unggul yah Indonesia dalam persaingan satelit diAsia Tenggara? Yu, kita cari tahu fakta-faktanya melalui postingan kami berikut ini!

Negara dengan Satelit Terbanyak di Asia Tenggara


Fakta Persaingan Satelit di Asia Tenggara – Indonesia di Posisi Teratas
via Tek.id
Kebutuhan komunikasi dan pengembangan pengetahuan antariksa, membuat semaki meningkatnya kebutuhan akan teknologi satelit. Maka, tak heran jika kini telah banyak negara yang memiliki satelitnya sendiri.

Singapura yang merupakan negara tetangga kita dikabarkan sempat menyalip Indonesia sebagai negara dengan jumlah satelit terbanyak di Asia Tenggara.

Hal ini ditandai dengan 6 satelit sekaligus milik Singapura yang diluncurkan di India pada 2015 lalu. Keenam satelit tersebut rencananya akan difungsikan untuk membantu perencanaan kota dan penanganan bencana di Asia Tenggara.

Indonesia juga tak mau ketinggalan dalam menambah jumlah satelitnya. Setidaknya ada 2 satelit baru yang telah diluncurkan pada tahun 2018 lalu, yaitu Satelit Merah Putih, dan Satelit Nusantara Satu milik PT. Telkom Tbk.

Satelit Merah Putih yang diluncurkan di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat berhasil mengudara dan menempati orbitnya pada 18 Agustus 2018 silam. Satelit ini dikabarkan dapat menjangkau Asia Tenggara hingga ke Asia Selatan.

Daftar Satelit yang Dimiliki Negara-negara ASEAN


ASEAN (Association South East Asian Nation), merupakan sebuah organisasi negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Kawasan ini digadang akan menjadi kekuatan ekonomi baru yang signifikan di 2050 mendatang.

Itulah mengapa, pembangunan infrastruktur di Asia Tenggara begitu gencar. Dalam hal ini termasuk pembangunan satelit. Setidaknya tercatat ada sekitar 50 satelit yang dimiliki negara-negara Asia Tenggara. Beberapa ada yang masih beroperasi, dan sebagian ada yang sudah tidak beroperasi.

Tanpa bermaksud mengesampingkan peran negara ASEAN lainnya, secara garis besar Indonesia dan Singapura bersaing ketat dalam ‘penguasaan langit’ di Asia Tenggara.

Indonesia dan Singapura merupakan dua negara Asia Tenggara yang berada di barisan depan dalam hal satelit. Terutama bila dilihat secara jumlah satelit yang aktif.

Meski Indonesia adalah pelopor satelit di Asia Tenggara, namun Singapura berhasil menyalip dalam hal kepemilikan satelit aktif terbanyak di Asia Tenggara.

Filipina


Persaingan satelit di Asia Tenggara dimulai pada tahun 1980-an ketika Filipina menjadi negara kedua yang memiliki satelit di Asia Tenggara dengan meluncurkan satelit Agila-1.

Tetapi satelit ini sebenarnya adalah satelit Indonesia di bawah kepemilikan PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) yang meluncur pada tahun 1987, kemudian diakuisisi oleh Filipina di tahun 1996.

Baru di tahun 1988 Filipina meluncurkan satelit pertamanya dengan nama ABS-3 (Agila-2) untuk keperluan komunikasi. Akan tetapi satelit ini bukan dibuat oleh Filipina sendiri melainkan oleh perusahaan asal Amerika Serikat bernama Space System/Loral (SSL).

Filipina baru benar-benar memiliki satelitnya sendiri di tahun 2016 dengan meluncurkan satelit Diwata-1, berupa mikrosatelit yang digunakan untuk observasi Bumi.

Tahun 2018 lalu, Filipina juga kembali meluncurkan satelit hasil kerjasama tiga negara bersama Malaysia dan Bhutan dengan nama satelit BIRDS-2 atau Maya 1 atau Diwata-2.

Berikut ini adalah daftar 5 satelit yang dimiliki Filipina:
  1. Agila 1 (komunikasi)
  2. Agila 2 (komunikasi)
  3. PASI 1 (komunikasi)
  4. Diwata 1 (observasi bumi)
  5. MAYA 1 (edukasi sains dan teknologi)

Vietnam


Rupanya, Vietnam turut pula meramaikan persaingan satelit di Asia Tenggara. Vinasat-1 menjadi satelit pertama milik Vietnam yang diluncurkan pada tahun 2008.

Keberhasilan satelit komunikasi buatan Lockheed Martin ini selanjutnya diikuti dengan sejumlah satelit yang diluncurkan berikutnya, seperti VINASAT-2, dan VNREDSat-1 yang memiliki fungsi sebagai satelit penelitian.

Hingga saat ini, Vietnam telah memiliki 9 satelit. Adapun daftar satelit yang dimiliki Vietnam, antara lain:
  1. VINASAT 1 (komunikasi)
  2. VINASAT 2 (komunikasi)
  3. JV-LOTUSAT (observasi bumi)
  4. VNREDSAT1a (observasi bumi)
  5. VNREDSAT1b (observasi bumi)
  6. F1-Vietnam (edukasi, sains dan teknologi)
  7. MicriDragon (edukasi, sains dan teknologi)
  8. NanoDragon (edukasi, sains dan teknologi)
  9. PicoDragon (edukasi, sains dan teknologi)

Thailand


Thailand adalah negara berikutnya di Asia Tenggara yang memiliki satelit. Thaicom 1 merupakan satelit pertama negara ini yang merupakan buatan Hughes Aircraft Company telah diluncurkan pada tahun 1993.

Thaicom 2 turut mengangkasa selang setahun berikutnya dilanjutkan generasi ketiga Thaicom 3 yang meluncur di tahun 1997. Sampai saat ini, sudah ada delapan generasi Thaicom yang diluncurkan terakhir pada tahun 2016 silam.

Setidaknya, Thailand sudah memiliki total 14 satelit baik yang masih aktif maupun yang sudah tidak beroperasi.

Berikut daftar 14 satelit yang dimiliki Thailand:
  1. Thaicom 1 (komunikasi)
  2. Thaicom 2 (komunikasi)
  3. Thaicom 3 (komunikasi)
  4. Thaicom 4 / iPStar 1 (komunikasi)
  5. Thaicom 5 (komunikasi)
  6. Thaicom 6 (komunikasi)
  7. Thaicom 6A (komunikasi)
  8. Thaicom 7 (komunikasi)
  9. Thaicom 8 (komunikasi)
  10. Thaicom 9 / TCStar 1 (komunikasi)
  11. THEOS (observasi bumi)
  12. TMSat (observasi bumi)
  13. KNACKSAT (edukasi sains dan teknologi)
  14. TMSat 1 (edukasi sains dan teknologi)

Malaysia


Malaysia juga menjadi pesaing Indonesia dengan kepemilikan satelit yang cukup banyak. Sejak tahun 1996, Malaysia telah memiliki satelit yang dimulai dari MEASAT 1 (Malaysia East Asia Satellite).

MEASAT merupakan satelit komunikasi yang mampu menjangkau seluruh kawasan Asia Tenggara, Utara Australia, dan Guam. Sampai saat ini sudah ada delapan generasi MEASAT yang mengangkasa.

Selain MEASAT, ada juga delapan satelit lain yang diluncurkan dengan bendera Malaysia sehingga sampai saat ini total ada 17 satelit yang dimiliki tetangga serumpun kita.

Adapun 17 satelit yang dimiliki Malaysia baik yang masih beroperasi dan sudah dipensiunkan, antara lain:
  1. Africasat 1a (komunikasi)
  2. MEASAT 1 (komunikasi)
  3. MEASAT 2 (komunikasi)
  4. MEASAT 3 (komunikasi)
  5. MEASAT 3a (komunikasi)
  6. MEASAT 3b (komunikasi)
  7. MEASAT 3c (komunikasi)
  8. MEASAT 4 (komunikasi)
  9. MEASAT 5 (komunikasi)
  10. MySat 1 (komunikasi)
  11. RazakSAT (observasi bumi)
  12. CubeSat (edukasi, sains dan teknologi)
  13. D-SAT (edukasi, sains dan teknologi)
  14. InnoSat (edukasi, sains dan teknologi)
  15. InnoSat 2 (edukasi, sains dan teknologi)
  16. TiungSat 1
  17. UiTMSAT 1

Singapura


Negara paling maju di Asia Tenggara, Singapura tercatat meluncurkan satelit pertama kali di tahun 1998 dengan nama ST-1. Satelit buatan Matra Marconi ini merupakan kerjasama antara dua perusahaan telekomunikasi, Singapore Telecom (SingTel) dan Chunghwa Telecom dari Taiwan.

Keberhasilan satelit pertama tersebut dilanjutkan dengan peluncuran satelit kedua, ST-2 di tahun 2011, dan ST-3 yang berhasil diluncurkan pada tahun 2014 silam.

Tidak terbatas pada satelit komunikasi, satelit hasil penelitian universitas juga telah banyak diluncurkan Singapura, salah satunya ialah AOBA-Velox III yang merupakan hasil pengembangan dari Nanyang Technological University (NTU).

Sampai saat ini terdapat 19 satelit yang dimiliki Singapura. Adapun daftar satelit tersebut antara lain:
  1. Kacific 1 (komunikasi)
  2. ST 1 (komunikasi)
  3. ST 2 (komunikasi)
  4. ST 3 (komunikasi)
  5. Kent Ridge 1 / KR 1 (observasi bumi)
  6. TeLEOS 1 (observasi bumi)
  7. VELOX C1 (observasi bumi)
  8. X-Sat (observasi bumi)
  9. AOBA-VELOX 3 (edukasi, sains dan teknologi)
  10. AOBA-VELOX 4 (edukasi, sains dan teknologi)
  11. Athenoxat 1 (edukasi, sains dan teknologi)
  12. Galassia (edukasi, sains dan teknologi)
  13. POPSAT-HIP 1 (edukasi, sains dan teknologi)
  14. VELOX 1 / VELOX 1-NSAT (edukasi, sains dan teknologi)
  15. VELOX 2 (edukasi, sains dan teknologi)
  16. VELOX P1 (edukasi, sains dan teknologi)
  17. VELOX P2 (edukasi, sains dan teknologi)
  18. VELOX P3 / VELOX 1-PSAT (edukasi, sains dan teknologi)
  19. X-Sat (edukasi, sains dan teknologi)

Indonesia


Fakta Persaingan Satelit di Asia Tenggara – Indonesia di Posisi Teratas
via www.facebook.com
Banyaknya satelit milik negara-negara tetangga Indonesia menunjukkan betapa ketatnya persaingan satelit di Asia Tenggara. Meski menjadi negara pertama yang pernah memiliki satelit, Indonesia bisa saja akan didahului negara-negara ASEAN lainnya.

Secara kuantitatif, Indonesia saat ini memang masih unggul dengan kepemilikan sekitar 30 satelit baik yang masih aktif maupun yang sudah tidak beroperasi.

Indonesia bahkan sudah mampu membuat satelitnya sendiri sejak tahun 2006 melalui Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Satelit pertama yang dibuat LAPAN diberi nama INASAT-1 dan merupakan satelit yang berfungsi untuk penginderaan cuaca.

Di tahun 2018 lalu, Indonesia kembali meluncurkan satelit komunikasi yang akan dioperasikan oleh Telkom Indonesia. Satelit bernama Telkom-4 ini diluncurkan menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX yang terkenal dengan keberhasilannya dalam mengembangkan teknologi reusable rocket.

Adapun daftar satelit yang dimiliki Indonesia hingga saat ini berjumlah 31, satelit-satelit tersebut antara lain:
  1. BRIsat (komunikasi)
  2. Indostar 1 / Cakrawala 1 (komunikasi)
  3. Indostar 2 / Cakrawala 2 (komunikasi)
  4. Garuda 1 (komunikasi)
  5. Garuda 2 (komunikasi)
  6. M2A 1 (komunikasi)
  7. PSN 5 (komunikasi)
  8. PSN 6 (komunikasi)
  9. PSN 7 (komunikasi)
  10. Palapa N1 / Nusantara 1 (komunikasi)
  11. Palapa A1 (komunikasi), milik PT Telkom
  12. Palapa A2 (komunikasi), milik PT Telkom
  13. Palapa B1 (komunikasi), milik PT Telkom
  14. Palapa B2 (komunikasi), milik PT Telkom
  15. Palapa B2P (komunikasi), milik PT Telkom
  16. Palapa B2R (komunikasi), milik PT Telkom
  17. Palapa B4 (komunikasi), milik PT Telkom
  18. Palapa C1 (komunikasi), milik PT Telkom
  19. Palapa C2 (komunikasi), milik PT Telkom
  20. Palapa D (komunikasi), milik PT Telkom
  21. Palapa E (komunikasi), milik PT Telkom
  22. Telkom 1 (komunikasi), milik PT Telkom
  23. Telkom 2 (komunikasi), milik PT Telkom
  24. Telkom 3 (komunikasi), milik PT Telkom
  25. Telkom 3S (komunikasi), milik PT Telkom
  26. Telkom 4 (komunikasi), milik PT Telkom
  27. LAPAN A2 / LAPAN-ORARI (observasi bumi)
  28. LAPAN A3 (observasi bumi)
  29. LAPAN-TUBSAT / LAPAN A1 (observasi bumi, edukasi, sain, dan teknologi)
  30. Linusat 1 (edukasi, sain dan teknologi)
  31. SatKomHan (militer)

Kemandirian Antariksa Melalui Kepemilikan Satelit


Kegunaan satelit tidak hanya sebagai kebanggaan sebuah bangsa atau negara, tapi lebih dari itu menjadi kian penting dengan adanya kebutuhan untuk menjaring data sebanyak-banyaknya yang dapat digunakan dalam berbagai keperluan.

Bagi beberapa negara pemilik satelit, kemandirian data rupanya menjadi hal yang utama, termasuk Indonesia. Sehingga pada tahun 2013 Indonesia menerbitkan Undang-undang No 21 tahun 2013 tentang Keantariksaan.

Undang-undang tersebut adalah peraturan yang akan menjadi acuan hukum bagi kegiatan keantariksaan termasuk kemandirian Indonesia dalam bidang sains antariksa.

Untuk mewujudkan kemandirian ini, Indonesia berencana membangun stasiun peluncuran satelit mandiri sehingga nantinya tidak perlu lagi ‘mendompleng’ stasiun di negara lain ketika akan meluncurkan satelitnya sendiri.

Ditargetkan tahun 2020 mendatang, pembangunan stasiun tersebut sudah dapat terealisasi dan akan mulai beroperasi dalam skala kecil di tahun 2036.

Jika rencana strategis ini benar-benar terjadi, maka Indonesia akan kembali menjadi pioneer dalam hal keantariksaan untuk wilayah Asia Tenggara. Melalui keunggulan di bidang ini, diharapkan Indonesia dapat menjadi negara berkekuatan ekonomi yang unggul di kawasan Asia Tenggara.

Sumber:
www.goodnewsfromindonesia.id
tirto.id
Gunter Space Page (Desember 2017)

Posting Komentar

Copyright © 2019 Yofakta