9 Fakta Menarik Pemilu 2019, Pesta Demokrasi Terbesar di Dunia Ada di Indonesia


Yofakta - Pemilu Indonesia yang akan diselenggarakan pada 17 April 2019 mendatang menjadi salah satu Pemilu terbesar di dunia. Pasalnya, hampir 193 juta orang Indonesia akan memilih Presiden dan Wakil Presiden serta Anggota Legislatif yang tersebar di seluruh negeri.

Untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia, Presiden dan Wakil Presiden, serta Anggota Legislatif lokal maupun nasional akan dipilih secara serentak pada hari yang sama.

Nah, apa saja fakta-fakta menarik tentang Pemilu 2019 lainnya yang penting untuk kita ketahui bersama? Berikut kami sampaikan ulasannya!

1. Pemilu Serentak untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah


9 Fakta Menarik Pemilu 2019, Pesta Demokrasi Terbesar di Dunia Ada di Indonesia
via Arya-Media.com
Saat para pemilih Indonesia datang ke tempat pemungutan suara pada tanggal 17 April 2019 nanti, pemilih yang memenuhi syarat akan diberikan 5 kertas suara yang berbeda, antara lain:
  • Warna abu-abu: Kertas suara untuk Presiden dan Wakil Presiden.
  • Warna kuning: Kertas suara untuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
  • Warna merah: Kertas suara untuk Dewan Perwakilan Daerah (DPD).
  • Warna biru: Kertas suara untuk DPRD Provinsi.
  • Warna hijau: Kertas suara untuk DPRD Kabupaten atau Kota.

Pemilu kali ini akan menjadi pertama kalinya secara serentak memilih Presiden dan Wakil Presiden, serta Anggota Legislatif pada hari yang sama.

2. Salah Satu Pesta Demokrasi Terbesar di Dunia


9 Fakta Menarik Pemilu 2019, Pesta Demokrasi Terbesar di Dunia Ada di Indonesia
via makassar.tribunnews.com
Pemilu 2019 menjadi salah satu Pemilu terbesar di dunia. Mengapa demikian? Pasalnya, Pemilu kali ini melibatkan tidak kurang dari 192,8 juta pemilih dengan jumlah TPS sebanyak 809.500 yang tersebar di seluruh Nusantara.

Selain itu, akan ada 300 ribu lebih kandidat legislatif yang kini berkampanye untuk memperebutkan sekitar 20.528 kursi di DPR maupun 34 Provinsi, dan lebih dari 500 Kabupaten/Kota di Indonesia.

3. Melibatkan 30 Persen Kandidat Perempuan


Menurut peraturan Pemilu Indonesia, agar memenuhi syarat Partai Politik diharuskan memiliki setidaknya 30 persen kandidat perempuan dalam daftar calon legislatifnya. Peraturan ini mensyaratkan bila minimal terdapat 3 calon legislatif, satu diantaranya haruslah wanita.

Indonesia menggunakan sistem Pemilu “Proporsional Terbuka” dimana para pemilih bebas untuk memilih kandidat mana yang mereka sukai.

4. Peningkatan Jumlah Pemilih Milenial yang Signifikan


9 Fakta Menarik Pemilu 2019, Pesta Demokrasi Terbesar di Dunia Ada di Indonesia
via Nusantara.news
Menurut data KPU, sekitar 40 persen pemilih yang memenuhi syarat termasuk golongan milenial, yaitu mereka yang berusia antara 17 sampai 25 tahun. Banyak pula dari mereka yang baru pertama kali memberikan suaranya di Pemilu kali ini.

Oleh karena itu, banyak kalangan menilai bahwa pemungutan suara milenial dianggap menjadi kunci kemenangan dalam Pemilu di tahun 2019 ini.

Pemilih muda biasanya dilihat sebagai pengguna media sosial yang cerdas, dan berpendidikan tinggi. Namun, ternyata hanya sebagian kecil saja dari milenial yang sesuai dengan stereotip ini.

Para pemilih muda jauh dari kelompok yang homogen, dan banyak pula dari mereka masih memiliki pandangan yang konservatif.

5. Pertandingan Ulang Memperebutkan Kursi Presiden


9 Fakta Menarik Pemilu 2019, Pesta Demokrasi Terbesar di Dunia Ada di Indonesia
via Liputan6.com
Pilpres 2019 kali ini disinyalir sebagai pertandingan ulang antara Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Keduanya telah berhadapan dengan sengit dalam Pemilu 2014.

Pada Pilpres kali ini, Pasangan Calon 01 Jokowi-Ma’ruf didukung oleh 9 partai koalisi. Sedangkan Pasangan Calon 02 Prabowo-Sandiaga didukung oleh 5 partai koalisi.

Untuk dapat menjadi calon Presiden dan Wakil Presiden, setidaknya masing-masing calon harus mendapat dukungan dari partai-partai yang memegang minimal 20 kursi di DPR atau sekitar 25 persen dari total suara pada Pemilu terakhir.

6. Meningkatnya Penyebaran Hoax dan Manipulasi Media Sosial


9 Fakta Menarik Pemilu 2019, Pesta Demokrasi Terbesar di Dunia Ada di Indonesia
via www.hipwee.com
Sebagai salah satu pasar media sosial terbesar di dunia, Indonesia menjadi tanah yang subur bagi penyebaran hoax dan miss informasi.

Dengan jumlah pengguna Facebook tertinggi ke-4 di dunia, yaitu sebesar 130 juta pengguna, dan jumlah pengguna yang tinggi pula untuk Twitter, Instagram, WhatsApp, dan Line, dalam beberapa tahun terakhir ini Indonesia mengalami peningkatan besar-besaran dalam manipulasi media sosial untuk tujuan politik.

Mereka para pasukan yang disebut “buzzer” menjadikan momen politik sebagai peluang untuk mendulang uang.

Banyak dari mereka yang mendapatkan bayaran untuk mendorong pesan-pesan tertentu di media sosial, dan memastikan bahwa tagar atau topik tertentu menjadi tren yang dapat mempengaruhi banyak orang di media sosial.

Kekhawatiran terbesar muncul pada pengguna WhatsApp, di mana penyebaran hoax dan miss informasi menjadi lebih sulit untuk dipantau atau dikendalikan.

Grup WhatsApp dan kontak pribadi bisa menjadi ruang gema bagi informasi dan rumor yang menyesatkan sehingga pada awal tahun 2019 lalu, WhatsApp mengumumkan bahwa mereka hanya memungkinkan mem-forward pesan sebanyak 5 kali bagi para pengguna sebagai upaya dalam mengatasi penyebaran miss informasi di Indonesia.

7. Biaya Penyelenggaraan Pemilu


Pesta demokrasi besar-besaran yang diselenggarakan di seluruh Indonesia ini memang menganggarkan biaya yang sangat besar.

Berdasarkan data, untuk Pemilu 2019 ini telah dianggarkan sekitar Rp 24,8 triliun. Angka ini meningkat sekitar Rp 700 miliar dibandingkan dengan Pemilu pada tahun 2014 silam yang terselenggara dengan biaya sekitar Rp 24,1 triliun.

8. Daftar Peserta Pemilu 2019


Terdapat sekitar 27 partai yang memberikan berkas dan mencalonkan diri sebagai peserta Pemilu 2019. Akan tetapi hanya 16 partai saja yang memenuhi syarat administrasi dan verifikasi secara nasional.

Ke-16 Partai peserta Pemilu secara nasional tersebut, antara lain:
  • No urut 1: Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
  • No urut 2: Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA).
  • No urut 3: Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
  • No urut 4: Partai Golongan Karya (GOLKAR).
  • No urut 5: Partai NASDEM.
  • No urut 6: Partai Gerakan Perubahan Indonesia (GARUDA).
  • No urut 7: Partai BERKARYA.
  • No urut 8: Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
  • No urut 9: Partai Persatuan Indonesia (PERINDO).
  • No urut 10: Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
  • No urut 11: Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
  • No urut 12: Partai Amanat Nasional (PAN).
  • No urut 13: Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA).
  • No urut 14: Partai DEMOKRAT.
  • No urut 19: Partai Bulan Bintang (PBB).
  • No urut 20: Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).
Setelah dipilih, nantinya akan ada 1 Presiden dan Wakil Presiden, 575 anggota DPR RI, 136 anggota DPD, 2.207 anggota DPRD Provinsi, dan 17.610 anggota DPRD Kab/Kota.

9. Jadwal Penyelenggaraan Pemilu 2019


Adapun, jadwal dari tahapan-tahapan dalam penyelenggaraan Pemilu 2019, antara lain sebagai berikut:

Juli 2018

  • 1-3 Juli 2018: Pengumuman pengajuan daftar calon.
  • 4-17 Juli 2018: Pengajuan daftar calon.
  • 5-18 Juli 2018: Verifikasi kelengkapan administrasi daftar calon dan bakal calon.
  • 19-21 Juli 2018: Penyampaian hasil verifikasi kelengkapan administrasi.
  • 22-31 Juli 2018: Perbaikan daftar calon dan syarat calon serta pengajuan bakal calon pengganti anggota DPR-DPRD.

Agustus 2018

  • 1-7 Agustus 2018: Verifikasi terhadap perbaikan daftar calon dan syarat.
  • 4-10 Agustus 2018: Pendaftaran Capres/Cawapres.
  • 8-12 Agustus 2018: Penyusunan dan penetapan DCS anggota DPR-DPRD.
  • 12-14 Agustus 2018: Pengumuman DCS anggota DPR-DPRD.
  • 12-21 Agustus 2018: Masukan dan tanggapan masyarakat atas DCS anggota DPR-DPRD.
  • 22-28 Agustus 2018: Permintaan klarifikasi ke parpol atas masukan masyarakat terhadap DCS anggota DPR-DPRD.
  • 29-31 Agustus 2018: Penyampaian klarifikasi dari parpol ke KPU.

September 2018

  • 1-3 September 2018: Pemberitahuan pengganti DCS.
  • 4-10 September 2018: Pengajuan penggantian bakal calon anggota DPR-DPRD.
  • 11-13 September 2018: Verifikasi pengganti DCS anggota DPR-DPRD kepada KPU.
  • 14-20 September 2018: Penyusunan DCT anggota DPR-DPRD.
  • 20 September 2018: Penetapan DCT anggota DPR-DPRD.
  • 21 September 2018: Penetapan nomor urut pasangan calon.
  • 21-23 September 2018: Pengumuman DCT anggota DPR-DPRD.
  • 23 September 2018 – 13 April 2019: Masa kampanye calon anggota DPR/DPD/DPRD dan Capres/Cawapres.

Januari-Maret 2019

  • 17 Januari 2019: Debat pertama dengan tema Hukum, HAM, dan Terorisme.
  • 17 Februari 2019: Debat kedua dengan tema Energi dan Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup, serta Infrastruktur.
  • 17 Maret 2019: Debat ketiga dengan tema Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Sosial, dan Kebudayaan.
  • 30 Maret 2019: Debat keempat dengan tema Ideologi, Pemerintahan, Pertahanan dan Keamanan, Hubungan Internasional.

April-Oktober 2019

  • 13 April 2019: Debat kelima Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial, Keuangan, dan Investasi.
  • 14-16 April 2019: Masa tenang.
  • 17 April 2019: Pemungutan dan Penghitungan Suara (Pileg dan Pilpres).
  • 25 April s/d 22 Mei 2019: Rekapitulasi dan Penetapan hasil Pemilu tingkat Nasional.
  • 20 Oktober 2019: Sumpah dan Janji Pelantikan Presiden/Wakil Presiden.

Demikian informasi tentang fakta-fakta Pemilu 2019 yang dapat kami sampaikan. Siapapun pilihan Anda, dan apapun partainya, tetap jaga persatuan dan kesatuan. Ingat ya, jangan golput di Pemilu nanti! Rugi lho...!

Sumber:
www.matamatapolitik.com
www.detik.com
news.detik.com
www.yoadit.com

Posting Komentar

Halaman

Copyright © 2019 Yofakta